"orang yang tak bergetar lagi hatinya ketika mendengar suara azan berarti tuhan telah membatukan hatinya",
kata uztadku yang mengutip dari salah satu ayat dalam Al-qur'an, saya
lupa nama suratnya tapi kurang lebih begitulah maknanya. bertahun-tahun
yang silam. saya yang kala itu dibesarkan dilingkungan pesantren,
selalu tak alpa mendengar nasehat ustad
yang mengajar di dua kelas sekaligus karena madrasah kami kurang tenaga
pengajar.cuma dia satu-satunya, kalupun berganti, maka yang datang
hanya satu pula, begitu seterusnya sampai kerusuhan di kampung yang
kini sudah menjadi ibu kota propinsi Maluku Utara itu menggusur
kami,(perang saudara antara dua pemeluk agama berbeda pecah dan
merebak, menjalar hingga ke kampung-kampung yang berpenghuni beda
agama). nasehat itulah yang paling membekas.
Tampilkan postingan dengan label Muak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muak. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Desember 2014
Minggu, 09 Juni 2013
Tentang Ke-Gilaan Peradaban
Posted on 10.22 by Insominasi
Saya
tidak tahu mesti bagaimana lagi mencerca peradaban ini. Saya sudah sangat muak
dengan apa yang saya temui sehari-hari.
Setiap lansekap, hanya ada tanda tentang masyarakat yang kian sakit
dengan kegilaan konsumsinya. Tak hanya pembelian barang dengan jumlah yang
tinggi, tapi penyakit ini seakan telah bertransformasi pada sisi ketaksadaran
diri pada setiap orang. Jujur, saya begitu sedih dengan kegilaan ini. Sebuah
kegilaan yang hanya akan berakhir jika semua ini kita ratakan dengan tanah.
Kadang-kadang
saya merasa, menjadi pasif merupakan pilihan yang tepat, ketimbang harus
mendapatkan diri dalam kondisi paling terasing dalam ekstase perjuangan melawan
kapitalisme yang kadang-kadang terdengar seperti banyolan iklan pemutih kulit,
paling tidak menurutku. Orang-orang yang saya sayangi terlampau sibuk bekerja
untuk sesuatu yang mereka tidak butuhkan.
Kamis, 13 Desember 2012
Rencana Memiliki Kamera Baru, Batal!, Aku tak punya UANG
Posted on 01.26 by Insominasi
Saat ini saya masih
merasa bahwa perang melawan rasa bosan adalah pertempuran paling
besar dalam sejarah kehidupanku. Bagaimana tidak, seluruh lini yang
memiliki korelasi erat dengan kehidupan harianku saat ini telah
mengalami proses alienasi secara paksa , tak hanya
relasi fisikal manusia, tetapi relasi subjektiftaspun telah
terintegrasikan dalam sistem berhala yang bernama Uang. Sesuatu yang
kita amini sebagai penemuan terbesar ilmu pengetahuan.
Saya
dan mungkin termasuk kamu, beserta orang-orang yang kusayangi dipaksa
bekerja, dipaksa hidup secara artifisial, dipaksa untuk mematuhi
aturan yang dibuat Pemerintah, tak boleh menolak, tidak bisa tidak!
hingga untuk bermimpi-pun orang tak lagi punya kemampuan
mengeksplorasi hal-hal terliar didalamnya. Sungguh, betapa
mengerikannya hari-hariku ditengah kehidupan demikian.
Langganan:
Postingan (Atom)



