Tampilkan postingan dengan label Muak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014

mereka bilang, saya Islam!

"orang yang tak bergetar lagi hatinya ketika mendengar suara azan berarti tuhan telah membatukan hatinya", kata uztadku yang mengutip dari salah satu ayat dalam Al-qur'an, saya lupa nama suratnya tapi kurang lebih begitulah maknanya. bertahun-tahun yang silam. saya yang kala itu dibesarkan dilingkungan pesantren, selalu tak alpa mendengar nasehat ustad yang mengajar di dua kelas sekaligus karena madrasah kami kurang tenaga pengajar.cuma dia satu-satunya, kalupun berganti, maka yang datang hanya satu pula, begitu seterusnya sampai kerusuhan di kampung yang kini sudah menjadi ibu kota propinsi Maluku Utara itu menggusur kami,(perang saudara antara dua pemeluk agama berbeda pecah dan merebak, menjalar hingga ke kampung-kampung yang berpenghuni beda agama). nasehat itulah yang paling membekas.

Minggu, 09 Juni 2013

Tentang Ke-Gilaan Peradaban




            Saya tidak tahu mesti bagaimana lagi mencerca peradaban ini. Saya sudah sangat muak dengan apa yang saya temui sehari-hari.  Setiap lansekap, hanya ada tanda tentang masyarakat yang kian sakit dengan kegilaan konsumsinya. Tak hanya pembelian barang dengan jumlah yang tinggi, tapi penyakit ini seakan telah bertransformasi pada sisi ketaksadaran diri pada setiap orang. Jujur, saya begitu sedih dengan kegilaan ini. Sebuah kegilaan yang hanya akan berakhir jika semua ini kita ratakan dengan tanah.

            Kadang-kadang saya merasa, menjadi pasif merupakan pilihan yang tepat, ketimbang harus mendapatkan diri dalam kondisi paling terasing dalam ekstase perjuangan melawan kapitalisme yang kadang-kadang terdengar seperti banyolan iklan pemutih kulit, paling tidak menurutku. Orang-orang yang saya sayangi terlampau sibuk bekerja untuk sesuatu yang mereka tidak butuhkan.

Kamis, 13 Desember 2012

Rencana Memiliki Kamera Baru, Batal!, Aku tak punya UANG

Saat ini saya masih merasa bahwa perang melawan rasa bosan adalah pertempuran paling besar dalam sejarah kehidupanku. Bagaimana tidak, seluruh lini yang memiliki korelasi erat dengan kehidupan harianku saat ini telah mengalami proses alienasi secara paksa , tak hanya relasi fisikal manusia, tetapi relasi subjektiftaspun telah terintegrasikan dalam sistem berhala yang bernama Uang. Sesuatu yang kita amini sebagai penemuan terbesar ilmu pengetahuan.

Saya dan mungkin termasuk kamu, beserta orang-orang yang kusayangi dipaksa bekerja, dipaksa hidup secara artifisial, dipaksa untuk mematuhi aturan yang dibuat Pemerintah, tak boleh menolak, tidak bisa tidak! hingga untuk bermimpi-pun orang tak lagi punya kemampuan mengeksplorasi hal-hal terliar didalamnya. Sungguh, betapa mengerikannya hari-hariku ditengah kehidupan demikian.