Lihat dia,yang selalu ada di balik celah sana. Kalian lihat?
Dia setia mengintipi dari sana, Mengawasiku tanpa ingin mengganggu, Apa
kalian mengenalnya? Berapa kali tangannya tampak mengapai-gapai hendak
menyentuhku , tapi selalu ia tarik kembali seolah segan.
Guratan wajahnya penuh asa. Tatapannya mengisyaratkan pilu. Sepertinya ia mulai lelah. Ia bosan menjadi penonton, ia tak ingin lagi menunggu. Yah, sampai kapan ia harus menungguku, menengok padanya.
Guratan wajahnya penuh asa. Tatapannya mengisyaratkan pilu. Sepertinya ia mulai lelah. Ia bosan menjadi penonton, ia tak ingin lagi menunggu. Yah, sampai kapan ia harus menungguku, menengok padanya.

