Tampilkan postingan dengan label projek team redaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label projek team redaksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2015

Cara Membuat tempat Pensil/Keranjang dari Majalah Bekas


siapkan alat dan bahan yang kita perlukan.yakni: majalah bekas,gunting,lem, dan lidi

Alat dan bahan yang disiapkan
mulailah menggulung lembar majalah yang sudah dibagi dua dengan arah  diagonal

selesaikan dan lem ujunya
hasil gulungan majalah

siapkan kulit majalah yang agak keras untuk bagian bawah keranjang
rapikan semua sisinya
nah,mulailah melem hasil gulungan seperti gambar di atas(perhatikan,salah satu sisi berjumlah dua!)
mulailah melipat ke arah samping hasil gulungan dari sisi yang berjumlah dua.Setiap sisi akan menindih sisi yang lain.SELESAIKAN!
 Dan, TADAAAA.......tempat pensilnya sudah jadi :D
SELAMAT MENCOBA! :)

Selasa, 31 Maret 2015

Makassar Yang Basah

Curah  hujan yang tinggi sejak awal tahun, menyisakan banjir pada sejumlah kawasan di kota besar di Indonesia, tak terkecuali di sudut-sudut kota yang konon akan menuju kota dunia, Makassar.  Air membanjiri serupa membanjirnya berita perseteruan Polri vs. KPK menyusul ahok vs haji lulung yang sukses menenggelamkan berita hot para begal. Dan, tentu saja, berita banjir.

Senin, 24 November 2014

Rumah Kebun Bikin Sendiri

Hari pertama……
Dengan perasaan riang gembira di iringi nyanyian alam, kami membangun sebuah parapara yang nantinya akan kami beri dinding dan atap seadanya, menyerupai rumah kebun. Lebih dikenal sebagai walewale dikampungku. Bahan-bahannyapun tak sampai membuat kami harus merogoh kocek yang tak pernah surplus Cukup kayu dan bambu sisa dari pembangunan rumah di sebelah rumah kami. Tukang-tukangnya kerap melemparkannya ke samping rumah.


Sebuah spontanitas. Pengadaan dadakan yang datang dari mimpi berhari yang lampau, ingin punya rumah kayu gantung jika tak ada rumah pohon. Bukankah hal-hal tanpa rencana selalu mengundang keseksian? Seperti pagutan pertama dibibir dua tahun silam.


Jadilah sore kemarin di bawah langit yang menggantung gumpalan hujan dari timur, kami mulai menggergaji dan mengumpulkan kayu-kayu berserakan. Batu-batu yang di hamburkan oleh tukang dari atas rumah sebelahpun ternyata sangat berguna untuk menimbun permukaan tanah yang menipis. Disini, di musim ini,Banjir selalu datang tepat waktu bahkan mendahului kesiapan ketika hujan deras turun selama 45 menit tanpa jeda.


malam datang terlalu cepat kali ini. Tapi semangat kami untuk merampungkan walewale tak mengendur barang sedikit. Maka beraksilah peka mencopot lampu kamar mandi untuk di pindahkan ke halaman belakang sebagai penerang. Sayang, colokan penghubung lampu bermasalah yang berujung pada korsleting. Lampu padam dan kami tak kuasa untuk memperbaiki sendiri, meteran dol.


Potongan-potongan kayu yang sudah di gergaji kami rapikan menunggu besok. Ketiga pemuda dari pulau di ujung tenggara Sulawesi itu bubar sambil bersungut-sungut. Kesal sambil sesekali memaki menyayangkan lampu yang memotong kegembiraan mereka. Kami bergeser, mengungsikan diri ke rumah marlan, kawan yang terlibat membuat walewale sore tadi. Selanjutnya, kami kembali bercinta dengan asap kemalasan hingga tertidur.


HARI KEDUA…..

Bagi kalian yang pernah bertandang ke rumah kami. Baik kuceritakan letak rumah kebun ini. Rumah bercat ceria sepotong dari tampak depan, beralamat di btn bung blok A5 no 10, jika kalian pernah masuk sampai keruang tengah yang merangkap dapur lalu membuka pintu dapur seraya melayangkan pendang ke seluruh sisi halaman belakang rumah. Nah, di sudut sebelah selatan itulah letaknya, tepatnya di samping sebuah pohon kecil tempat kami menambatkan tali jemuran. Berdekatan dengan dinding tentangga belakang rumah yang di penuhi graffiti seorang kawan.


Bagi kalian yang belum pernah bertandang kerumah kami dan penasaran ingin melihat, marilah kemari! Namun jika kalian tak tertarik sama sekali dan kebetulan membaca ini, silahkan tutup karena ini akan sangat membosankan bagi kalian!

***

Cuaca dingin tadi subuh yang tiba-tiba berganti panas siang ini merangsang kami untuk meninggalkan tempat tidur secepat mungkin. Berkejaran dengan hujan yang turun tertahan, kami melaju menuju kantor pln di daya, dengan niat melaporkan kejadian semalam kepada pihak yang berwenang dan berkeahlian,eh. 


Setelah melaporkan kejadian. Kami kembali kerumah menunggu petugas PLN, menunggu laono dan lamarlan yang masih tertidur pulas ketika kami meninggalkan rumahnya tadi.lamana,….


Ang ing eng…. Setelah penantian selam 3 jam. Datanglah marlani dan ono yang menambah ketegangan dan kecurigaan tentang bakal telatnya kedatangan petugas PLN kali ini. Kami melanjutkan pekerjaan yang terpotong kemarin. Kayu, gergaji, pahat, parang dan paku saling beradu. Saya yang tak begitu menyukai kegiatan memotong-motong benda keras seperti kayu memutuskan untuk menggosok panci memakai arang dari bekas pembakaran ikan. #clingg


Sebelum malam kembali memergoki, walewale sudah separuh rampung. Seluruh kakinya sudah lengkap, lengkap dengan tiang-tiang penghubung setiap sisi.

Lihat ini!! Oh tidakkkk!


(lamarlan,laono dan peka berhasil mendirikan kaki walewale)


(nah, ini dia nih panci yang saya gosok tadi. kinclong kan?)


Kami akan merampungkannnya besok , berhubung penerang yang terbatas.


Dan tibalah malam dengan sempurna. Petugas PLN tak kunjung datang. Harapan kami kembali pupus. Makian dilontarkan ke sembarang arah dan orang. Bogem mentah kami rencanakan dengan tak terlalu serius untuk kenalan yang tidak menyenangkan berinisial "Her". 


Beruntung seluruh malam batal kami lewati dalam gelap maupundi rumah pengungsian. Petugas PLN datang setelah peka menyusul mereka ke kantornya dengan berondongan ancaman. Nah, untung ada saya kan? Tulisan “untuk pelayanan teknis, melayani 24 jam” itu kulihat samar-samar dari kejauhan tempatku duduk sambil makan gabin. Bagi kalian yang dimintai uang oleh teknisi PLN yang datang ke rumah seperti ini, JANGAN KASI, INI GRATIS!











































Senin, 16 September 2013

kebun dipekarangan rumah kami

(tanah siap digarap)


Akhirnya dia kembali :D. la menturu. Haha. Saya kebingungan, ekspresi apa yang harus saya tunjukkan saat ini. Yang pasti saya sangat bahagia. Tapi kali ini saya tidak hendak bercerita tentang dia. Tapi tentang sebuah kebun kecil di pekarangan rumah kami. Nah, la menturu inilah yang paling berperan dalam pembuatan sekaligus perancangannya. Waduhh...kuatt sekali ini anak pulau.

Sabtu, 22 Juni 2013

MINOR



Kuceritakan pada kalian. Tentang sebuah ruang kecil baru disini. Ruangnya cantik. Kecil memang. Tapi tak membuat sumpek. Saya yakin jika kalian ikut masuk. Duduk bersama kami didalamnya, tetap tak akan sesak, sebanyak apapun orang didalamnya, tetap tak akan membuat kalian duduk menekuk lutut, kalian bebas berselonjor, berlarian, terbangpun bisa,  Apasih yang tidak mungkin diruang ini. Ruangnya saja yang kecil. Dalamnya cukup luas untuk sekedar menampung banyaknya jumlah kalian. Menampung asa pun juga rasa 

Kamis, 30 Mei 2013

selayang pandang kelas sastra pertemuan pertama





 



Akhirnya, terbentuk juga kelas sastra hari ini kamis 30 mei 2013, tepat pukul 23.00 WITA. Seperti biasa, semua yang kami lakukan hanyalah dari hasil mengobrol ringan kami. Maka disepakatilah kelas sastra yang kami beri nama “MINOR”, yang mana konsep kelasnya kami fokuskan pada produksi sastra, tapi kami  juga sepakat untuk sesekali  menyelinginya dengan apresiasi sastra.
Nah, ini dia nih mata pelajaran yang akan di pelajari nanti disini:
1.       Menulis ;  ya, untuk pertemuan perdana dan pertemuan-pertemuan berikutnya hingga pada petemuan yang…kami tak memberi  batasan dalam hal ini, tapi untuk sementara kami hanya akan belajar tentang menulis, tentu bersama kalian yang ingin ikut bersama kami.yuk~!

Senin, 27 Mei 2013

semoga kita semua dapat belajar dari hal-hal kecil yang kita lakukan bersama-sama (sebuah refleksi dari aksi sablon gratis dan nonton bareng)


Masih dari ruang kecil insominasi. Acara yang kami rencanakan beberapa hari yang lalu akhirnya terlaksana hari ini kamis 23 mei 2013, lancarr. Banyak yang antusias ikut meramaikan acara meski sebagian teman yang diharapkan datang tak datang. Tak mengapa, acaranya tetaplah menyenangkan meski lelah sebab kami kurang tidur sejak  dua malam yang lalu.

sejak malam pertama kehadiran infocus diruang insominasi. Susah tidur kami bertambah parah. Kami bersama dengan la jasmudin sibuk mempersiapkan perlengkapan acara, menyediakan layar, bersi-bersih, dan memastikan kelengkapan yang lain terpenuhi. Sebenarnya kami telah saling menyarankan satu sama lain untuk tidur lebih awal. Tapi selalu saja kami menunggu pagi untuk bisa tidur. Insominasi, pecinta malamlah. Hiihi.

Pesan dari Aksi Sablon Gratis dan Nonton Bersama


'Sebuah Deklarasi Anti Kapitalisme'

            Iya! Kami percaya dan tetap bersiteguh tentang sebuah 'dunia yang lain itu mungkin'; bahwa hidup yang lebih baik & menyenangkan itu ada, bahwa pertemanan yang horizontal dan equil itu sangat menyenangkan, dan ini praktis; bukan imaji yang kalian tonton di TV. Ini adalah sebuah aksi sederhana yang kami persembahkan untuk semua, karena tak seorangpun ingin meninggalkan hasrat untuk bersenang-senangnya, terlebih untuk menggantikannya dengan berhala bernama Uang.

Selasa, 21 Mei 2013

UNDANGAN SABLON GRATIS

adalah aksi langsung untuk mewujudkan kenyataan bahwa hidup yang gratis dan menyenangkan itu ada, bukan hanya imaji yang kalian baca di buku-buku cerita atau kalian tonton di TV. ini adalah sebuah aksi sederhana yang kami persembahkan buat kalian semua, sebab kami tak ingin menukar hasrat untuk bersenang-senang dengan UANG. Hei kau, Bersiaplah!saatnya berdansa bersama INSOMINASI!

Senin, 20 Mei 2013

undangan kelas sastra



Buat kawan-kawan yang menetap diKota Makassar(dimanapun). kami membuka kelas sastra. spesial untuk kalian yang ingin tau seputaran sastra. Apa yang kami tau akan kami bagi, sebaliknya, kami pula akan belajar dari kalian. yuk kita belajar sama-sama! sambil main-main, sambil goring-goreng, sambil nulis-nulis puisi, cerpen, berbagi pengalaman, menambah pertemanan, curhat-curhatan juga boleh. gak punya biaya? santai, ini gratisss, meminjam kutipan dari seseorang "hidup akan lebih indah jika kita mau berbagi"





Minggu, 19 Mei 2013

resensi novel "pincalang" (sebuah analisa ringan)



Resensi Buku
Judul Novel : Picalang
Penulis : Idris Pasaribu
Penerbit : Salsabila
Tahun : 2012
(Pe)resensi : Tim Insominasi


 “Saat manusia mulai merasa memiliki bumi, maka ia telah kehilangan sisi alamiahnya.”
*Taufan Ishmael
A. Selayang Pandang
            Tersebutlah manusia-manusia yang menghabiskan seluruh usianya di atas perahu. Merekalah Picalang. Para Manusia arif yang memiliki insting membaca musim dan pergerakan alam. Sebuah Novel yang sangat wajib baca, bukan hanya karena ide dan gagasan didalamnya, namun karena selayaknyalah manusia modern jaman ini berkaca dengannya; Bahwa hidup dan kehidupan adalah Berkah yang harus kita jaga dan kita perlakukan searif mungkin. Itulah Landasan hidup Para picalang. Mereka yakin; Bahwa cara mereka memperlakukan alam, adalah juga cara alam memperlakukan mereka. oleh karenannya Manusia-manusia Pincalang sangat membenci keserakahan dan ketamakan.